Cerpen Hasil Karya Kelompok Kami

Image

 

 

Si Bona Si Kucing yang Malang

Di Sebuah rumah kosong tinggalah seekor kucing yang bernama Bona ia selalu kelaparan,setiap hari ia mencari makan ke sana – ke mari namun berkali – kali ia di usir oleh yang punya rumah, sampai – sampai tubuhnya memar akibat pukulan ataupun lemparan dari yang punya rumah, tetapi dia selalu berusaha untuk mendapatkan sisa-sisa makanan yang sudah dibuang.

Suatu hari si Bona sedang kelaparan mencari makannan, berkali-kali ia gagal mendapatkan makanan, tetapi si Bona tidak pantang menyerah,iya selalu berusaha untuk mencari makanan sisa,di sebuah perjalan si kucing melihat poster yang bertuliskan “menerima penampungan kucing”,karena si kucing sudah menyerah dan dia pikir di penampungan ia akan di beri makan secukupnya secara teratur, iya pun tertarik dengan tawaran yang ada di poster tersebut,karena waktu sudah larut malam si kucing akhrinya menunda perjalannanya menuju penampungan kucing, dan ber istirahat sejenak.

Keesokan harinya si kucing berangkat menuju penampungan kucing, di perjalanan ia bertemu dengan teman lamanya, yg bernama ulen.

“Hai ulen,teman lamaku” ujar si bona “tahukah kamu aku ingin sekali seperti kamu, tinggal di sebuah rumah yang bagus, setiap hari makanan enak-enak, kapan ya aku akan seperti kamu?” ujar si bona dengan nada sedih.

Ulen yang mendengar hal itu pun terseyum“Terima kasih Bona teman lamaku, tapi sebenarnya aku selalu ingin seperti dulu ,kita bermain bersama dan mencari makan bersama” ujar si Ulen”Tahu kah kamu sebenarnya aku yang iri dengan kehidupan mu”

Si Bona pun keheranan,dia tidak tahu apa yang membuat Ulen iri dengannya,tiada satupun kegiatan hidupku yang lebih enak dari pada Ulen,”aneh sekali apa yang membuatmu iri denganku?”

“Tentu saja aku iri denganmu coba lihat kamu bebas pergi kemana saja tanpa ada yang melarang mu,sedangkan aku keluar rumahpun aku dilarang, apalagi pergi jauh setiap hari selalu berdiam diri di dalam kurungan”

Si bona pun berdiam diri sejenak dan menyadari bahwa hidupnya bebas tak seperti temannya si Ulen.

“tapi ulen kamukan selalu di sukai banyak orang, karena keindahan bulu halus mu yang bersih dan indah,” ujar si Bona

“ kamu benar Bona memang aku selalu di sukai banyak orang karena keindahan bulu halusku, tapi tidak selamanya orang akan suka padaku, lama kelamaan di akan jenuh bermain dengan ku sehingga aku di kurung seperti ini,  tidak seperti kamu”

Si bona kembali keherannan “aku tidak mengerti apa yang kamu ucapkan”

“ahhh sudahlah sepertinya ini sudah menjadi takdirku, ehh ngomong-ngomong kamu mau kemana?”ujar si ulen

“akhir-akhir ini aku sudah malas dengan kehidupanku yang tidak ada kemajuannya, dan aku berniat untuk pergi ke penampungan kucing, agar hidupku bisa lebih baik,”

“aku mohon jangan lakukan itu, aku sudah pernah mengalami tinggal di penampungan kucing, dan dari pengalaman yang aku dapatkan di sana tidak se enak hidup yang kamu bayangkan” balas si Ulen,

“ya memang kamu benar, tapi aku ingin bisa makan tanpa harus mencarinya kesana – kemari, dan hasil yang ku dapatkan bukan makanan melainkan pukulan ataupun lemparan,” ujar si Bona dengan nada pasrah,

“aku mengerti apa yang sedang kamu alami, tapi aku mohon jangan se nekat itu, masih banyak kucing – kucing yang tidak seberuntung kamu, contohnya aku”  lanjut si ulen “ aku jadi heran dengan seberuntungnya kamu, seharusnya kamu bahagia”.

“terima kasih ulen, sekarang aku menjadi lebih bersemangat untuk menjalani hari dengan kebiasaan yang selalu aku alami, contohnya mencari makan.”

“ sama-sama bona, tapi ingat pesanku jangan sekali-kali kamu senekat itu lagi,  dan yang terpenting kamu jangan pernah lupain aku ya, sekali-kali kamu kunjungi aku lagi ya, aku selalu bosan sendirian terus menerus, tapi kalo ada kamu aku merasa hidupku seperti dulu lagi”

“oke”ujar si bona

Bona pun mengangguk, ia baru sadar bahwa ia termasuk kucing yang beruntung. Walaupun puji – pujian selalu di lemparkan kepada Ulen. sesungguhnya ia lebih beruntung dari pada Ulen. Sejak percakapan dengan temannya Ulen si Bona pun tidak merenungi nasinya lagi, dia senang mengetahui bahwa hidupnya sangat beruntung tidak seperti si Ulen.

 

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s